Laporan Aben setiawan
PALI, Jodanews – Jika sebelum warga meresahkan aksi pemutusan sambungan dan menyitaan KWh meteran oleh PT.PLN Cabang Pendopo Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) karena menunggak, kini pelanggan PLN meresahkan membengkaknya tagihan. Akibatnya banyak pelanggan yang menolak membayar tagihan rekening. Menurut warga tagihan yang dicantumkan PT. PLN di rekening pelanggan sangat tidak masuk akal. “Tagihan PLN, sangat besar, tidak masuk akal” ujar Supardi Juput, pelanggan PLN dari Desa Betung Kecamatan Abab PALI. Supardi menuding PT PLN Cabang Pendopo PALI kekurangan tenaga kerja untuk mengecek jumlah pemakaian warga ke rumah-rumah pelanggan, akibatnya PT.PLN main tembak saja jumlah pemakaian warga, ataupun kalaupun ada petugas lapangan yang mengecek meteran pelanggan ke rumah-rumah, namun mereka tidak bekerja., akibatnya main tebak saja, dan pelanggan yang harus menanggungnya. “Tidak masuk akal, kami tidak sanggup membayarnya,” ujar Supardi Ketua BPD Betung Selatan, belum lama ini.
Hal senada diungkapkan tokoh masyarakat Kecamatan Abab,Tuasim Yunus (50), Tuasim menuding ada permainan dalam menetapkan nominal rekening, sehingga tagihan kepada pelanggan membengkak. “Kami berharap PTPLN Cabang Pendopo PALI dapat membenahi dahulu tagihan kepada pelanggan sesuai dengan pemakaian warga. Kalau yang ada seperti saat ini, sunggu diluar kewajaran. Kami tidak sanggup membayar tagihan sebesar itu,” ucap Tuasim. Terpisah, GM PT PLN Cabang Pendopo,M Ikhsan, waktu dikonfirmasi portal ini. terkait permasalahan tersebut mengatakan jika memang ada yang tidak sesuai pemakaiannya, tolong bawa data dan fotonya ke Kantor PLN Cabang Pendopo. “ Nanti kita akan cek kronologinya atau kami sarankan pelanggan migrasi ke listrik prabayar saja agar tidak terjadi kesalahan pembacaan lagi,dan untuk migrasi ke prabayar gratis, hanya saja harus lunas sampai dengan tagihan rekening terakhir,” ujarnya (Editor Elan)








