PEKALONGAN, Jodanews.com – Bisa dimaklumi jika dibanding pembangunan talud I, di Dukuh Pepedan , Desa Pantirejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pembangunan talud II, di Dukuh Jlubang yang juga termasuk sasaran fisik pokok TMMD Reguler ke-107 Kodim 0710/Pekalongan, agak terlambat penyelesaiannya.
Hal itu disebabkan, seperti yang dituturkan Saelan (54), tukang profesional yang dilibatkan di pembangunan talud II Dukuh Jlubang itu, medannya lebih ekstrim dibanding medan pembangunan talud yang ada di Dukuh Pepedan .
‘’Sejak awal mengerjakan bangunan talud di Dukuh Jlubang, tukang harus mencebur air dengan kedalaman sekitar 40 Cm hingga 50 CM. Bagaimana bisa kerja cepat jika medannya seperti itu tutur Saelan, Kamis (09/04/2020).
Terpisah Kepala Desa Pantirejo, Hamka Nurul Huda bisa memaklumi jika pembangunan talud II, di Dukuh Jlubang dipastikan tersendat. Pasalnya, medan pembangunan talud tersebut berada di kubangan air, sehingga untuk kebut pekerjaan juga tidak bisa maksimal.
‘’Untuk pembangunan talud II di Dukuh Jlubang, medannya memang ekstrim, yakni pas di posisi talud yang dibangun merupakan tempat genangan air, sehingga pekerja harus masuk air dengan kedalaman sekitar 40 – 50 Cm. Tetapi alhamdulillah, berkat kerja keras tanpa lelah, H -7 menjelang berakhirnya pelaksanaan TMMD, pembangunan talud itu mendekati penyelesaian. Saya juga optimis pekerjaan itu akan selesai sebelum TMMD ditutup,’’ papar Kades Hamka. (rus)






