Laporan Ofie
PALEMBANG, Jodanews – Pemerintah Provinsi Lampung melalui tim fasilitasi CSR dibawah Bappeda Provinsi bekerjasama dengan Forum CSR Lampung menggelar Lampung CSR Awards 2016 ( LCA 2016 ).
LCA 2016 adalah inisiatif Gubernur Lampung untuk memberikan apresiasi kepada pelaku usaha yang telah berlaku etis, taat hukum dan menjadi mitra pembangunan berkelanjutan bagi Pemerintah Provinsi Lampung dalam bidang lingkungan, sosial dan ekonomi. Terhitung mulai Mei 2016 Lampung CSR Awards 2016 telah disosialisasikan kepada lebih 170 dunia usaha BUMN/BUMD dan Swasta yang beroperasi di Lampung dalam berbagai bentuk media komunikasi baik surat, print adv dan media luar ruang billboard di beberapa lokasi strategis. Dalam kurun waktu tersebut diatas tim pelaksana LCA 2016 berhasil menghimpun, 377 informasi program CSR telah dilaksanakan oleh dunia usaha di Lampung untuk 3 bidang masing masing, sosial 238 program ( 67 kategori pendidikan, 61 kategori kesehatan dan 110 kategori infrastruktur ) , ekonomi 64 program dan lingkungan 75 program. Dewan Juri terdiri dari unsur praktisi, pemerintahan dan akademisi masing-masing Executive Director NCSR Asia Pacific, Founder CSR A Plus Jakarta , Forum CSR Lampung, Bappeda, BPLHD, Dinas Sosial, UBL dan UNILA. Tahapan penilaian ketat Dewan Juri LCA 2016, untuk menyeleksi 377 inisiatif program CSR akhirnya memilih dan memberikan kesempatan kepada 18 dunia usaha yang lolos seleksi tahap 1 untuk melakukan presentasi program unggulan di Gedung Pasca Sarjana UBL, sampai dengan peninjuan lapangan yang dilakukan oleh dewan juri ke setiap site yang menjadi program unggulan. Pendalaman informasi dari para stakeholder dan penerima manfaat program. Untuk memastikan apakah program tersebut tepat sasaran, terukur dirasakan manfaatnya dan dilaksanakan sesuai kaidah CSR. Selasa, 26 Juli 2016 di Novotel Bandar Lampung dalam rangka Rakor Gubernur se Wilayah Sumatera, Gubernur Lampung telah memberikan anugrah kepada dunia usaha yang telah direkomendasikan Dewan Juri untuk mendapatkan penghargaan LAMPUNG CSR AWARDS 2016. Coca-Cola Amatil Indonesia berhasil mendapatkan 1 diantara anugrah lainnya yang berikan Siger Gold Award di ajang Lampung CSR Awards 2016 untuk program Coca-Cola Forest yang merupakan program unggulan Coca-Cola Amatil Indonesia.
Coca-Cola Forest merupakan program Zone 1 yang dilaksanakan di area sekitar pabrik SSO Lampung Plant melibatkan warga dan 7 sekolah sebagai penerima manfaat program, dilahan seluas 3 hektar Coca-Cola Amatil Indonesia memanfaatkan ruang terbuka hijau untuk ditanami pohon jabaon yang kelak akan menjadi tabungan bantuan infrastruktur, pendidikan dan peningkatan kualitas tenaga pendidik di 7 sekolah yang menjadi mitra pendampingan. menurut Yayan Sopian CA Regional Manager West Indonesia, Coca-Cola Forest bukan hanya sekedar zona konservasi bagi ketersediaan air diwilayah sekitar pabrik kami, Coca-Cola Forest juga memiliki fungsi ecologi, ekonomi, fungsi sosial dan fungsi pendidikan untuk keberlanjutan. Hingga
Dr. V. Saptarini SH, MH ketua Forum CSR Lampung, dalam sambutannya menyatakan “ Keberlanjutan pembangunan suatu kawasan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, setiap insan manusia berperan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dunia usaha berperan untuk ikut serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat dengan mempertimbangan faktor lingkungan hidup. Kini dunia usaha tidak lagi hanya memperhatikan catatan keuangan perusahaan semata (single bottom line), melainkan sudah meliputi aspek keuangan, aspek sosial, dan aspek lingkungan biasa disebut triple bottom line. Sinergi dari tiga elemen ini merupakan kunci dari konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development).” selaku Ketua Forum CSR Lampung, Saptarini berharap melalui program CSR yang berkelanjutan akan dapat membentuk atau menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri. Setiap kegiatan tersebut akan melibatkan semangat sinergi dari semua pihak secara terus menerus membangun dan menciptakan kesejahteraan dan pada akhirnya akan tercipta kemandirian dari masyarakat yang terlibat dalam program tersebut. ( Editor Elan)








