Laporan Idham
LAHAT, Jodanews – Adanya dugaan penyelewengan penggunaan anggaran rutin kegiatan sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lahat, membuat Sekretaris Dewan (Sekwan), M Safrani Cikmin SH angkat bicara. Meski tak bisa dikonfirmasi langsung, namun ketika dihubungi via handpone yang bersangkutan memberikan klarifikasi atas dugaan penyimpangan anggaran kegiatan tahun 2014 itu. Menurut Safran semua dugaan itu tidak benar, karena semua dana sudah ada pos penggunaannya masing-masing, dan administrasinya sudah diserahkan kepada PPTK dan KPA masing-masing. Lagi katanya, sudah pos anggaran itu sudah diaudit oleh instansi yang berwenang. “Kan ada petugas pemeriksanya, bahkan sebelumnya kami selaku Sekwan juga sempat dipanggil dan dimintai keterangan seputar penggunaan dana tersebut, berikut PPTK, jadi semuanya sudah clear,” katanya. Sementara, Ketua DPRD Lahat, Herliansyah SH MH ditanya mengenai adanya rencana LSM untuk demo ke Kejati Sumsel terkait masalah tersebut, membenarkan adanya rencana sekumpulan orang yang mengaku dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang ingin melaksanakan aksi demonstrasi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel. “Silahkan saja kalau mau demo dan itu sah-sah saja, namun sekiranya juga bisa dilihat apa yang akan dijadikan objek tuntutan. Indonesia ini negara demokrasi, jadi setiap orang atau sekumpulan orang yang ingin menyampaikan aspirasinya dipersilahkan saja dan tidak ada yang bisa melarangnya. Namun, sekiranya lebih bijak lagi,” kata Herli. Untuk diketahui, untuk alokasi dana Sekretariat DPRD Lahat 2014 terdapat indikasi penyimpangan sebesar Rp5,6 miliar, karena peruntukannya tak jelas.(editor Elan)








