Home HL Panitia Bujang Gadis PALI Terkesan ambaradul

Panitia Bujang Gadis PALI Terkesan ambaradul

125
0

Laporan Aben Setiawan

PALI, Jodanews- Miris apa yang dialami peserta  Finalis Bujang Gadis PALI (BGP) tahun 2016, masalahnya peserta mengeluhkan kurang mendapat perhatian dari panitia pelaksana finalis BGP.
Kegiatan yang dilaksanakan di gedung Pesos Pendopo, SMP YKPP mengaku kelaparan saat mengikuti semi final BGP PALI pada Sabtu (23/7) malam.
Bukan cuma masalah konsumsi yang dikeluhkan peserta Finalis BGP, tapi juga masalah kesiapan panitia dalam melaksanakan kegiatan rutin tahunan itu. Panggung kegiatan semifinal yang berpindah-pindah juga dikeluhkan peserta finalis,  tempat yang sebelumnya di Gedung Pesos dipindahkan ke SMP YKPP, komplek Pertamina Pendopo. Sedangkan dana yang dianggarkan APBD Kabupaten PALI melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) PALI lebih dari Rp 400 juta. Ironisnya kegiatan BGP ini tidak mendapatkan pelayanan yang selayaknya. Kegiatan yang terkesan ambaradul itu, sangat disesalkan  peserta finalis BG PALI, bahkan keadaan ini  banyak mendapat kritikan dari berbagai lapisan masyarakat di Kabupaten PALI. “Bayangkan kegiatan kami ini mulai dari pagi hari sampai malam hari, kami diberi makan sekitar pukul 10.30 WIB, kemudian dilanjutkan lagi, pada sore harinya sekitar pukul 15.30 kami di bagikan dua potong kue, sedangkan untuk makan malamnya, karena panitia tidak mempersiapkannya, terpaksa kami harus beli sendiri.” kata salah seorang  finalis BG PALI, yang meminta namanya  jangan disebut, Minggu (24/7).
Selain masalah konsumsi, mereka juga mengeluhkan tentang  pemberitahuan panitia BG PALI, bahwa Panggung Finalis BG Pali dipindahkan dari Gedung Pertamina Pesos ke Gedung  SMP YKPP Pendopo, ini juga terkesan sangat terburu-buru tambahnya. “Padahal katanya waktu itu, Finalis BG Pali sedang  mengikuti semifinal di gedung Pessos, sekitar pukul 15.30 (23/7) kami diumumkan oleh panitia, pindah SMP YKPP, karena gedung Pesos akan dipergunakan untuk  acara pernikahan,” ujarnya. Terkait hal ini, Wakil Ketua DPRD Kab PALI Devi Harianto SH MH sangat menyayangkan kejadian tersebut, dia menilai panitia pelaksana  tidak memberikan pelayanan yang layak kepada putra-putri peserta finalis BG PALI.  Pada hal dana yang sudah dianggarkan untuk event ini sangat fantastis, lebih dari Rp. 450 juta, seharusnya dengan dana sebesar itu, peserta finalis BGP diberikan pelayanan yang istimewa,karena  mereka itu adalah membawa nama Kabupaten PALI, bahkan jika perlu  peserta Finalis BGP diberikan gaji perbulan , diantar jemput. Serta diberikan uang saku atas perjuangan mereka oleh panitia. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten PALI, Drs. Abu Hanifah, waktu dihubungi Joda melalui selulernya di nomor 08527370xx41 berkali-kali dalam keadaan tidak aktif.(Editor Elan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here