Home HL Dinkes Siap Laksanakan Bulan Eliminasi Kaki Gajah

Dinkes Siap Laksanakan Bulan Eliminasi Kaki Gajah

141
0

Laporan Marshal Islam

MUARA ENIM, Jodanews – Dinas Kesehatan (Dinkes) Muara Enim siap melaksanakan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) tahap IV tahun 2016. Kepala Dinkes Muara Enim dr Yan Ryadi Mars melalui Kepala Bidang Penanganan Masalah Kesehatan, Ujang Suherman mengatakan, Belkaga siap digelar di seluruh kecamatan termasuk di wilayah endemis dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit kaki gajah (Filariasis) di Muara Enim. “Rencananya Belkaga  digelar serentak pada Oktober mendatang, seluruh masyarakat akan kembali diberikan obat Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) untuk diminum secara massal guna membatasi penyebaran virus cacing filarial atau yang dikenal penyebab utama penyakit kaki gajah,” kata Ujang disela-sela rapat koordinasi Bulan Bakti Pengobatan Kaki Gajah se-kabupaten yang dibuka oleh Sekteraris Daerah (Sekda) Muara Enim H Hasanudin  di Ballroom Hotel Griya Sintesa, Rabu (20/7). Belkaga, kata dia, dimulai pada tahun 2013 lalu dalam upaya mencegah masalah penyakit kaki gajah, sejak Kabupaten Muara Enim ditetapkan sebagai daerah endemis tepatnya di tiga kecamatan yakni Belimbing, Lawang Kidul dan Gunung Megang. Menurutnya, di tiga wilayah tersebut akan diberikan pengobatan lebih intensif khususnya pada masyarakat yang berdomisili dekat dengan penderita. “Belkaga akan berlangsung selama lima tahun atau berakhir 2017 nanti. Pengobatan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit kaki gajah. Selain itu, pengobatan massal tersebut juga ditujukkan bagi penyembuhan penderita,” jelas dia.
Ujang mengatakan, saat ini pihaknya belum menerima laporan temuan kasus baru di daerah endemis kaki gajah. Dia memastikan jumlah penderita kaki gajah di Muara Enim masih berjumlah 5 orang, masing-masing dua penderita berada di Kecamatan Belimbing tepatnya di Desa Cinta Kasih dan Desa Penanggiran Kecamatan Gunung Megang. Sementara satu penderita berada di Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul.
Untuk mengetahui penyebaran penyakit kaki gajah, sambung Ujang, pihaknya juga sudah mengadakan tes sampel darah kepada masyarakat yang tinggal di daerah endemis tersebut. “Berdasarkan hasil tes itu, kami hanya menemukan sebesar 0,33 persen masyarakat yang terjangkit, angka ini terbilang cukup kecil untuk temuan kasus baru,” bebernya.
Dia menyebutkan, bagi masyarakat yang terjangkit dapat dilakukan pengobatan segera yang dilakukan pada malam hari karena ditularkan melalui gigitan segala jenis nyamuk. Untuk mematikan virus cacing filarial, penderita bisa meminum obat DEC secara berulang, agar cacing mati dan tidak menggeroti tubuh.
“Jadi selama belum habis masa inkubasi selama lima tahun, penderita bisa sembuh total bila rutin dan terpola minum obat selama lima tahun berturut-turut,” urainya.
Hasanudin menambahkan, Pemkab Muara Enim sangat mendukung pelaksanaan Belkaga supaya masyarakat terbebas dari penyakit kaki gajah. Menurut Sekda, meskipun penyakit kaki gajah tidak mematikan, penderita sering menanggung beban sosial di lingkungan masyarakat.
“Kita berharap Belkaga bisa membatasi penyebaran panyakit ini sehingga Muara Enim kedepan bebas dari temuan kasus baru dari penyakit ini,” ungkapnya. (Editor : Elan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here