Laporan: Cindra
MUBA, Jodanews-Bertahun-tahun warga Dusun I Desa Lais Kecamatan Lais, Muba menikmati listrik bertegangan rendah. Warga pun tak dapat menonton televisi dengan nyaman dan tidak dapat menggunakan barang elektronik dengan puas. Akibat keterbatasan daya listrik.
Win (54) warga setempat mengaku sudah dua kali membeli dan mengganti kabel yang lebih besar dengan maksud agar aliran istrik ke rumahnya stabil, namun upaya yang dilakukannya sia- sia. “Kalau masalah istri sering mati kami tidak begitu mempermasalahkannya, tapi masalah tegangan daya rendah dan tidak stabil ini membuat kesal , kalau masalah lampu sering mati tidak membuat kami kesal tapi soal tegangan rendah ini bikin kami kesal, mana tidak kunjung di perbaiki,” katanya. Masih kata Win bila masalah ini tidak cepat di perbaiki warga Lais akan mendatangi kantor PLN.
Hal senada dikatakan Desyanto (32) Balon Kepala Desa Lais, menurutnya daya rendah terjadi setelah teravo listrik dekat simpang Bonot terbakar dan diganti. “ Kira- kira pukul 22.00 WIB keatas tegangan baru naik,” kata Desyanto. Dikatakannya dia bersama warga lainnya sudah melaporkan kejadian itu ke kantor PLN Persero Pangkalan Balai. Terpisah Humas PT PLN Persero Rohati Tarygan mengatakan akhir tahun 2016 ini tidak ada lagi yang namanya tegangan rendah atau pun lampu byar pet. “Untuk itu saya berharap kepada seluruh lapisan masyarakat agar dapat membantu kelancaran pembangunan tower sutet Betung – Sekayu agar selesai tepat waktu,” katanya. (Editor: Elan).








