Home HL Danrem 044 Gapo Hadiri Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Bencana Alam

Danrem 044 Gapo Hadiri Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Bencana Alam

151
0

Penrem 044/Gapo,14 Januari 2019

PALEMBANG, Jodanews.com – Komandan Korem (Danrem) 044/Garuda Dempo (Gapo), Kolonel Arh Sonny Septiono, menghadiri Kegiatan apel kesiapansiagaan personel dan peralatan penanggulangan bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Tahun 2020, di lapangan Griya Agung Jalan Demang Lebar Daun No.9, Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Selasa (14/1/2020).

Adapun kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 1000 personil mulai dari TNI-Polri, Pol PP, Dishub, Basarnas, Pramuka dan OKP.

Apel Kesiapsiagaan bencana tersebut dilakukan untuk mengecek persiapan personel maupun peralatan mulai dari BPBD, TNI, Polri serta pihak terkait lainnya dalam menghadapi bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.

Tujuan apel kesiapsiagaan personel dan peralatan penanggulangan bencana alam tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan personel dan peralatan dalam penanggulangan banjir dan tanah longsor, angin puting beliung di Sumatera Selatan serta mengoptimalkan peran fungsi tugas dan tanggung jawab masing-masing dinas instansi terkait dalam penanggulangan bencana banjir tanah longsor dan korban jiwa dan harta benda.

Apel gelar pasukan dan perlengkapan yang dilaksanakan tersebut, juga sebagai bentuk upaya pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam menjaga akan adanya bencana yang akan menimpa warga Sumatera Selatan.

Usai apel kesiapsiagaan personel dan perlengkapan penanggulangan bencana, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan alat peralatan SAR BNPB seperti perahu karet LCR dan alat prasarana penanggulangan antisipasi bencana lainnya yang sudah tergelar.

Wakil Gubernur Sumsel, H Mawardi Yahya dalam sambutannya mengatakan, bahwa kondisi geografis Sumsel pada bagian barat terdapat dataran tinggi yang mempunyai potensi terjadinya longsor,  dan pada bagian timur merupakan bagian rendah yang berpotensi terjadinya banjir dan angin puting beliuang.  Hal ini merupakan penomena alam hal yang biasa terjadi di wilayah kita.

“Untuk itu perlunya di waspadai dengan kesiap siagaan untuk mengatasi dampaknya,” kata Wagub.

Dikatakan Wagub, Pada tahun 2020 telah terjadi banjir bandang yang terbesar terjadi di Kabupaten Empat Lawang, Kota Pagaralam dan Lahat, yang mengakibatkan tiga  jembatan roboh, ribuan rumah terendam dan yang lainnya.

“Oleh karena itu, pada apel kesiapsiagaan petugas dan peralatan ini diharapkan agar semua bagian siap siaga digerakkan ketempat-tempat yang tertimpa bencana, sehingga tidak ada lagi informasi yang didapat, bahwa korban bencana dan tempat bencana tidak diperhatikan dan lambat dilayani dalam mengatasi bencana yang terjadi,” ungkap Mawardi.

Sementara itu, ditempat yang sama, Kepala BPBD, H Iriansyah mengatakan, bahwa personil dan perlengkapan yang digelar pada apel kesiapsiagaan ini, merupakan bagian yang siap selalu digerakan apabila ada daerah yang mengalami bencana diseluruh wilayah Sumsel.

“Berdasarkan hasil prediksi BMKG bahwa wilayah Sumsel akan terjadi curah hujan yang tinggi, dimana akan banyaknya potensi bencana longsor dan banjir, sehingga kita harus siap selalu dan kita juga perlu meningkatkan kemampuan dan menyiapkan personel beserta kesipan peralatan dalam mengatasi bencana alam longsor dan banjir ini, katanya. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here