Home HL 8234 Peserta Ikuti TO Akbar Jenjang SMA Se Sumsel

8234 Peserta Ikuti TO Akbar Jenjang SMA Se Sumsel

137
0

#Gubernur Sumsel : Semoga Sukses Untuk Anak-Anakku
Laporan Hasan Basri

PALEMBANG, Jodanews – Dalam upaya untuk menyiapkan mental para peserta dalam menghadapi Ujian Nasional (UN), Sebanyak 8234 peserta mengikuti Try Out (TO) akbar jenjang SMA se Sumatera Selatan (Sumsel). Kegiatan ini diinisiasi Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel. Pasalnya selama ini  ujian nasional dianggap sebagai momok yang menakutkan.

UNBK yang disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumsel Alex Noerdin memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya Try Out sekaligus menyemangati seluruh pelajar agar menggunakan kesempatan sebaik mungkin.

“Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin, semoga sukses untuk anak-anakku sekalian. Nah yang ado disini beruntung, tapi bagi yang belum mempunyai kesempatan ini bisa belajar sendiri, melalui bimbingan-bimbingan di kotanya masing-masing. Semangat untuk anak-anakku sekalian, setelah itu berjuang kembali melanjutkan sekolah masuk ke universitas, untuk pendidikan yang lebih baik,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu Alex juga menyampaikan, agar pelajar berbangga berada di Provinsi yang saat ini menjadi lirikan dunia. Sebab hanya ada dua kota yang menjadi saksi penyelenggaraan event olahraga internasional, dimana hadir kembali setelah 1962 lalu, yakni Asian Games 2018 mendatang. “Masyarakat Sumsel harus bangga bahwa provinsi Sumsel menjadi tuan rumah Asian Games, sebab dari Asian Games inilah Provinsi Sumsel mempunyai Light Rail Transit (LRT) pertama di Indonesia. Ditambah lagi tiga ruas jalan tol, Musi IV dan Musi VI, Rumah Sakit, fasilitas air bersih, kapasitas perluasan bandara, underpass/flyover dan lainnya,”ungkapnya.

Dikatakan Alex, selain memiliki modal utama berupa Jakabaring Sport City (JSC) yang memiliki venue berstandar international, Sumsel juga terkenal zero konflik karena tidak ada kerusuhan antar etnis, budaya, bahkan yang paling sakral adalah agama. Terbukti di Provinsi Sumsel juga dibangun rumah ibadah dari enam agama berbeda yang sedang di bangun berdampingan. “Modal utama kita Provinsi Sumsel ini dipercaya melaksanakan event-event Internasional karena kondusifitas daerah. Alhamdulillah belum pernah terjadi dan Insya Allah tidak akan pernah terjadi kerusuhan antar etnis dan antar umat beragama. Bahkan zero konflik Provinsi Sumsel sudah menjadi perhatian dunia,” ungkapnya.

“Kalau tidak ada Asian Games tidak ada LRT. Selain itu ada dua fungsi LRT. Suatu daerah dipercaya oleh 45 negara Asia dimana ada macan dunia (Jepang, Korea, China) menjadi tuan rumah penyelenggaraan event terbesar di dunia setelah sudah pasti daerah itu aman dan damai,” terangnya.

Lebih jauh Pelopor Sekolah Gratis dan Berobat Gratis ini mengungkapkan, Jakabaring telah berpengalaman untuk penyelenggaraan event olahraga mulai dari PON 2004, Sea Games 2011, 3rd Islamic Solidarity Games 2013 dengan peserta 52 negara, 17th Association of South East Asian Nations (ASEAN) University Games pada 2014. Sejak saat itu 42 event olahraga bertaraf Asia, Asia Pacifik bahkan dunia bermain di JSC.

“Banyak yang tidak percaya, tapi berkat persatuan dan kesatuan serta ridho Allah, Alhamdulillah inilah provinsi Sumsel yak menjadi lirikan dunia, dan membuat daerah lain iri,” tukasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Drs Widodo menambahkan, dari try out ini diharapkan pelajar lebih percaya diri mengerjakan soal UNBK nanti. Untuk soal try out (TO) ini sendiri dibuat oleh guru-guru berprestasi dan terbaik untuk diukur setara dengan UNBK. “TO ini bukan sebagai barometer hanya kesiapan mental agar pelajar bisa menghadapi ujian itu biasa saja,” ujarnya.

Selain itu pihaknya,  meminta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) untuk berinisiatif dalam menyiapkan mental siswa dan juga memberikan motivasi. “Selama ini para siswa menganggap UN itu menakutkan, maka dari itu dengan kegiatan ini kita menyiapakan mental siswa bahwa UN biasa saja,” katanya

Sementara itu, Ketua MGMP Sumsel, Nasrul Bani menuturkan, ada satu paket dengan jumlah 120 soal, durasi 2 jam pelajaran. Untuk mata pelajaran yang TO kan, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA dan IPS. “TO ini berlangsung selama 1 hari saja. Kita ingin meningkatkan kepercayaan siswa saja, bahwa UN bukanlah hal yang menyeramkan, Untuk SMAN 1 Palembang sendiri, pihaknya mengirim 473 siswa dengan menargetkan nilai rata-rata 72. Kita berkomitmen dan mengharapkan nilai TO siswa kita rata-rata 72 itukan target kita ” tutur  Nasrul yang juga sebagai Kepala SMAN 1 Palembang.

Pembuatan soal TO, pihaknya bekerjasama dengan Ganesha Operation (GO) dengan tingkat soal mudah, sedang, dan sulit. “Kualitas dan orientasi soalnya kita mengarah ke UN,” pungkasnya. (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here