Home HL Bimbel Ranking, 36 Kali Pertemuan Anak Harus Bisa Membaca

Bimbel Ranking, 36 Kali Pertemuan Anak Harus Bisa Membaca

147
0

Laporan Hasan Basri

PALEMBANG, Jodanews – Tak heran jika saat ini anak usia dini sudah bisa membaca dan mengenal huruf sebelum masuk SD, pasalnya  masa pra sekolah biasanya selalu diisi dengan kegiatan bermain oleh anak-anak. Kendati demikian, ada juga sebagian anak yang sudah merasa penasaran dengan aktivitas belajar, terutama calistung (baca, tulis, hitung).

Owner Bimbel Ranking, Raty Eritalia, S.Pd, M.M mengatakan, jika memang sang anak sudah memiliki kemampuan untuk belajar meskipun usianya belum 7 tahun, jelas tidak masalah. Selaku orangtua tentu harus memberikan ruang bagi anak untuk mengenal huruf dan angka agar mereka siap belajar saat di bangku sekolah dasar. “Termasuk di bimbel kita, ternyata sudah banyak orangtua yang berkeinginan untuk mendaftarkan anaknya belajar calistung. Dari sini terlihat jelas, bahwa mereka sangat mendukung keinginan sang anak untuk belajar meskipun belum masuk sekolah,” ujarnya.

Apalagi jika suasana belajar sangat mendukung dan dibimbing oleh guru yang tepat. Ia menambahkan, fasilitas pendukung bagi sang anak pra sekolah harus dipikirkan juga agar anak betah dalam belajar. “Pola pembelajaran yang unik dan berbeda dari biasanya akan membuat anak tertarik untuk terus belajar. Makanya kita sediakan Glass Board dan multimedia untuk mereka belajar. Pasti tercipta suasana seru dan berbeda dari papan tulis biasa,” ujar owner Ranking cabang Jln. Lintas Barat Sukabangun II Komplek Kehutanan Griya Wana Bakti ruko no. 3 dan 4 Palembang ini.

Hanya saja, meskipun menerima siswa pra sekolah untuk belajar calistung, pihaknya tetap memilah siswa berdasarkan usia. Menurutnya, idealnya anak belajar calistung itu minimal usia 4 tahun. “Kalau sebelum usia 4 tahun pasti kita tolak. Karena otak mereka belum siap menerima pelajaran berat. Makanya kita hanya menerima usia 4 tahun saja,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya tak bisa menerima banyak siswa agar mereka bisa fokus belajar,  untuk Metode belajarnya pun lebih santai tapi fokus pihaknya juga menargetkan 36 kali pertemuan anak harus bisa membaca. Makanya setiap kali pertemuan harus ada perkembangan baru dari sang anak. Mulai dari membaca kosakata yang sulit dilafalkan, hingga kombinasi huruf yang rumit dan harus dibaca. “Selama ini lumayan banyak siswa yang kemampuannya meningkat,”pungkasnya (Editor Jon Heri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here